Insomnia dan pertanyaan sulit

Insomnia dan pertanyaan sulit

Saya punya kecenderungan aneh ketika dilanda insomnia: meski sudah mengantuk atau tidak, kalau saya membiarkan diri tidak tidur sampai jam 11 malam, itu pertanda saya akan tetap melek sampai pagi. Lihat saja tulisan ini, yang saya tulis tepat pukul 4.30 pagi, menjadi bukti bahwa saya, seorang copywriter digital agency yang kerjaannya padat sampai overtime bikin stress, harusnya menggunakan waktu malamnya sebaik mungkin untuk tidur, tapi ternyata gak bisa tidur sampai pagi.

Tadi sebenarnya saya sempat hampir memasuki alam mimpi setelah sekuat tenaga merelaks-kan tubuh dan pikiran agar bisa mencapai alam bawah sadar itu. Namun tak lama, sekitar 2 menit kemudian alarm pukul 4.30 saya berbunyi dan membuat saya tersentak. Saya menghela napas. Sudah langsung membayangkan lelahnya berhadapan dengan hari Senin dalam keadaan pusing akibat tak dapat tidur semalaman dan sekujur badan yang pasti terasa nyeri. Saya yakin kita semua relate dengan efek insomnia ini. And then, I just wanna say, damn!

Karena saya gak mau telat bangun, seperti mungkin pada jam 11 siang, karena hey! ini hari Senin. Anda harus bekerja! Saya memutuskan tidak melanjutkan usaha saya untuk tidur. Saya mengambil segelas air di meja dan meminumnya. Kata Febri, videographer di kantor, minum air putih saat bangun tidur itu kebiasaan yang baik/sehat. Nanti kita cek lagi apakah klaim Si Febri ini benar. Yang jelas setelah minum, saya langsung terbersit ingin menulis. 

Jam-jam 2.00 pagi itu memang waktu yang berbahaya bagi pikiran. Hal-hal tak akan ada habisnya kau pikirkan. Insomnia saya semalam berawal dari memaksakan diri membaca “Eleanor Oliphant is completly fine”, meski sebenarnya sudah mengantuk. Ketika sampai pada adegan yang ‘heart-wrenching’ bikin nangis, kantuk saya malah hilang. Kemudian saya duduk lagi di kursi, di hadapan meja, dan lanjut membaca sampai beberapa halaman.

Setelah saya rasa cukup, saya menutup novel itu. Sudah lewat jam 2 pagi, saya memikirkan tentang impian terbesar saya. Dari dulu saya sangat ingin bisa menulis esai yang keren. Tidak jelas ukuran keren itu seperti apa. Namun saya punya tanda-tanda yang sifatnya kualitatif, yaitu ketika esai yang saya tulis bisa menghangatkan hati pembacanya. Kehangatan yang sama saya rasakan ketika membaca esai-esai yang saya anggap keren: yang setelah membacanya, saya bisa melihat dunia dengan cara yang berbeda. Dunia yang lebih hopeful.

Saya pun memikirkan tantangan yang harus saya lewati untuk mencapai semua itu dan kemudian teringat dialog dalam TV Series Belanda yang tayang di Netflix berjudul “ANNE+”. Saat tokoh Anne mengaku pada teman kencannya ingin menulis buku yang keren, tapi kemudian penerbitnya mempertanyakan apa yang ingin dia sampaikan, apakah bukunya memang ditunggu oleh dunia? 

Itulah pertanyaan yang juga saya ajukan pada diri sendiri tiap kali saya menulis sesuatu dalam satu dekade terakhir. Kenapa esai? Kenapa nggak novel, cerpen, atau bentuk tulisan lainnya? Mungkin kamu bertanya seperti itu. 

Jawabannya karena saya jatuh cinta dengan gagasan yang semakin jernih, gagasan yang terbentuk ketika saya mencoba menguraikan pikiran-pikiran kusut, menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit kehidupan dalam bentuk esai. Seperti sebuah cara saya memahami dunia. Memahami dan memaknai kejadian-kejadian pivotal yang terjadi dalam hidup. Esai adalah bentuk yang paling bisa mewakili apa yang saya pikirkan atau gagasan-gagasan yang ingin saya bagi pada dunia. Tapi kemudian kembali ke pertanyaan krusial itu, apakah gagasan ini memang penting dan ditunggu dunia?

That’s the hard question, anyway.

Saat ini saya belum tahu jawabannya. Saya hanya tahu bahwa menulis itu membantu saya merefleksikan sebuah pengalaman, untuk kemudian melihat maknanya. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: